Minggu, 26 Oktober 2008

Menjadi Guru

Guru dimata masyarakat di anggap orang yang serba bisa, itulah yang sering saya dengar semenjak kecil . Begitu pula kenyataanya di masyarakat seorang guru harus mempunyai banyak keahlian apalagi sebagai seorang guru kejuruan harus benar-benar ahli dalam bidangnya sehingga guru bisa dihargai siswa dan masyarakat.

Seperti semula pada tuliskan pada tulisan sebelumnya bahwa yang di harapkan negara dan masyarakat bertolak belakang dengan yang sebenarnya. ternyata banyak kita lihat justru untuk menjadi guru tidak perlu seperti diatas dan hanya terjadi di sekolah negeri bahkan pegawai negri yang baru diangkatpun asal-asalan dan tidak sesuai dengan bidangnya dan tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah . tentunya untuk sekolah kejuruan ini fatal sekali akibatnya. Hal tersebut tentunya orang tua murid dan masyarakat,sekolah tampak seperti hanya minta uang dari orang tua murid tanpa ada timbal balik sementara kualitas lulusan tak jelas memang sangat menyedihkan . apalagi dengan guru dengan lulusan universitas tak jelas bahkandi beberapa sekolah swasta pun tak mau menerima lulusan universitas tersebut tapi di sekolah negeri malah jadi pejabat (tentunya sangat aneh)

Dari tulisan ini tentunya dengan harapan pejabat terkait punya tanggung jawab terhadap pekerjaanya jangan cuma makan gaji dan tunjangan buta hargailah perjuangan para guru yang mungkin jerih payahnya belum dihargai bahkan banyak guru negeri yang digaji dibawah UMR alias cuma dikasih transport saja walaupun mereka adalah guru yang layak dan masa kerja puluhan tahun

Tidak ada komentar: