Sertifikasi tertunya sangat ditunggu oleh para guru dimana untuk mendapatkan sertifikasi disyaratkan memenuhi kwalifikasi tertentu yang telah di tetapkan oleh instansi terkait untuk meningkatkan mutu pendidikan itulah yang telah ditentukan dalam bentuk Undang-undang
Memang terdengar sangat baik sekali tentu hal ini sangat di harapkan oleh seluruh bangsa indonesia Tapi lagi-lagi semua itu berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan banyak dibuat rekayasa untuk mendapatkan point yang telah ditentukan untuk mendapatkan sertifikasi Guru siapa lagi kalau bukan mafia-mafia pendidikan dari sertifikat (surat keterangan) , Pengalaman kerja sampai ijazah palsu bahkan mengusahakan ijazah S1,S2 tembakan bahkan amplop sehingga poin nya dapat terpenuhi dan terkesan Hebat mungkin begitulah kejadian sertifukasi.
Disini tentunya di harapkan pejabat terkait hendaknya bisa melaksanakan funsi kontrol dengan sedikit bekerja sehingga dapat menghasilkan tujuan yang diinginkan sehingga kita dapat tercipta bangsa yang bermoral menuju rakyat yang adil dan makmur dibawah araha pendidikan yang dilaksanakan oleh guru di harapkan sertifikasi bukanlah sebagai sarana bagi-bagi uang negara kepada orang tertentu dengan cara yang tak bemoral. Hargailah guru yang telah lama mengajar dan memperjuangkan bangsa ini.
Penulis melihat di indonesia diantara perilaku aparat kita yaitu ,kalau di percaya maka ia akan berkhianat, kalau berjanji maka ia akan mengingkari , penulis lihat kenapa para aparat kita begitu tega kepada bangsa sendiri
Begitu juga nasib dengan guru honor di depok pertama gaji guru honor tak mencapai 500.000 (di bawah UMR) yaitu kurang dari 20 persen dari gaji guru pegawai negri walaupun hampir 20 tahun mengajar dan seorang sarjana ditambah lagi dengan berbagai potongan yang tak jelas. Mungkin kami lebih dulu menjadi sarjana dan kami lebih dulu mengabdi tapi mengapa kami di abaikan di tambah lagi mereka langsung menjadi pejabat yang senang dengan uang tanpa mempedulikan kwalitas pendidikan,begitulah nasib guru honor sudah jatuh tertimpa tangga
Begitulah nasib guru honor di negri sementara sampai saat ini belum ada berita kapan guru honor dapat penghasilan yang layak sebagai tenaga professional sebagai seorang sarjana dapat memenuhi kehidupan sendiri saja tak cukup apalagi untuk kebutuhan keluarga sementara aparat terkait masih menutup mata akan hal ini, seperti yang kita lihat walaupun sudah mengabdi menjadi guru hampir 20 tahun dengan latar pendidikan yang sesuai bukan lulusan universitas yang di tolak oleh sekolah-sekolah swasta depok yang di sekolah negri dianggap unggulan karna bisa merekayasa berbagai laporan Asal Bapak Senang dan siswa terlantar sehingga menjadi sekolah terbelakang di Depok
Selasa, 11 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar